Search here

21 Des 2017

Visi, Misi & Program RT-RW

Pentingkah Visi, Misi dan Program suatu wilayah harus didukung oleh satuan wilayah terkecil pada cakupannya ?


Sebelum kita membahas sebuah Visi, Misi, dan Program RT-RW terlebih dahulu Abah akan menjelaskan pentingnya Visi, Misi dan Program suatu wilayah cakupan dimana RT-RW itu berada. Mengapa? Untuk menjawab hal tersebut mari kita bahas satu persatu supaya lebih jelas dan mudah untuk dipahami.

Visi, Misi dan Program suatu wilayah harus didukung oleh satuan wilayah terkecil pada cakupannya, keberhasilan terhadap Visi-Misi sebuah wilayah Kota/Kabupaten harus didukung oleh semua bagian dari wilayah Kecamatan, Kelurahan/Desa bahkan sampai wilayah terkecil yaitu RT-RW se-Kota/Kabupaten. Paling tidak RT-RW di wilayah Kota/Kabupaten membuat kebijakan Visi - Misi ada korelasi yang linier dengan Visi - Misi Kota/Kabupaten-nya sehingga menjadi sebuah kesatuan yang tak terpisahkan. 
Berdasarkan pemikiran tersebut mari kita simak ilustrasi berikut ini:


Visi Kota Depok:
“Kota Depok yang Unggul, Nyaman dan Religius “

Abah Opar Visi, Misi & Program RT-RW


Visi Kota Depok dirumuskan pastinya sudah melalui kajian para ahli secara komprehensif ditinjau dari berbagai aspek kepentingan, Ketersediaan dan kebutuhan sa’at ini. Maka untuk Visi wilayah Kecamatan, Kelurahan/Desa bahkan sampai wilayah terkecil yaitu RT-RW se-Kota Depok, semestinya membuat kebijakan Visinya linier dengan Visi Kota Depok tersebut. 

Adaftasi terhadap VIsi -Misi Kota/Kabupaten oleh satuan wilayah terkecil dalam cakupannya yaitu RT-RW, di sini Abah akan mengambil sampel yaitu sebut saja RT-RW 09 Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, dalam menentukan Visi-nya RT-RW 09 Kalibaru semestinya sama dengan Kota Depok yaitu:

Visi RW.09 Kalibaru:
“RW.09 Kalibaru, yang Unggul, Nyaman dan Religius “

Di sini sangat jelas bahwa Visi itu tidak hanya digaungkan dan dilaksanakan ditingkat kota saja tetapi seluruh lapisan masyarakat di RT-RW.09 Kalibaru turut serta dalam menggaungkan dan melaksanakan Visi tersebut meskipun berbeda porsi atau keluasannya tetapi Roh atau esensinya dapat. Coba saja jikalau setiap RT-RW se-Kota Depok sudah memahami, melaksanakan dan mengembangkan daerah tempat dimana Ia tinggal menjadi Unggul, Nyaman dan Religius maka secara pasti semua program kebijakan yang berkaitan dengan Visi Kota Depok akan ter-realisasi lebih signifikan.

Baik kita lanjutkan dengan misinya. Misi dibuat sebagai pengejawantahan dari Visi. Dengan kata lain upaya apa saja yang mampu menciptakan Visi tersebut. Jika sebuah Kota/Kabupaten sudah merancang dengan analisa yang matang kemudian dirumuskan,  ditetapkan, dan dilaksanakan ini akan berkontribusi kepada program dan kebijakan sebuah pemerintahan, artinya mau tidak mau semua penduduk di wilayah tersebut akan terkena dan merasakan imbas atau dampaknya, karena dalam upaya pencapaian Misi diperlukan sebuah proses dalam perwujudannya.

Mari kita simak Misi Kota Depok, selanjutnya kita akan dihadapkan kepada rumusan untuk Misi di wilayah lain yang lebih kecil dalam cakupannya sapai di RT-RW.

Misi Kota Depok
1.   Meningkatkan kualitas Pelayanan Publik yang Profesional dan Transparan.
2.   Mengembangkan Sumber Daya Manusia yang Religius, Kreatif dan Berdaya Saing.
3.   Mengembangkan Ekonomi yang Mandiri, Kokoh dan Berkeadilan berbasis Ekonomi Kreatif.
4.   Membangun Infrastruktur dan Ruang Publik yang Merata, Berwawasan Lingkungan dan Ramah Keluarga.
5.   Meningkatkan Kesadaran masyarakat dalam melaksanakan nilai-nilai Agama dan menjaga kerukunan antar umat beragama serta meningkatkan kesadaran hidup berbangsa dan bernegara.

Setelah kita memahami Misi Kota Depok, tentunya kita sadari bahwa dalam mewujudkan Visi diperlukan sebuah proses atau langkah-langkah nyata, dan ternyata ada 5 (Lima) Misi atau pendekatan proses yang harus dilaksanakan agar Visi Kota Depok tercapai. 

Misi besar sebuah inovasi public dapat direalisasikan dengan menumbuh kembangkan kebersamaan setiap stakeholder dan pemangku kepentingan di masyarakat Kota/Kabupaten, tidak mungkin hanya dilaksanakan oleh segelintir insan sepandai apapun dia. Relevansi dengan kebutuhan di lingkup RT-RW seyogyanya selaras dengan Misi Kota/Kabupaten, karena sebagai bagian kecil yang akan turut serta dalam melaksanakan Misi tersebut. 


Misi terbentuk dari beberapa program, hal inilah yang akan membedakan antara Program Kota (header program) dengan Program wilayah terkecil dalam cakupannya.

Program Kota semestinya secara kajian struktural harus diadopsi secara utuh oleh tingkat Kecamatan. Adapun berdasarkan struktur kepemerintahan terkecil bisa juga kita sebut, Program Kelurahan/Desa (sub program) dan Program RT-RW (minor program) Untuk Misi RT-RW di sini kita akan mengadopsi Misi dari Kota/Kabupaten meskipun dalam pelaksanaannya pastinya berbeda dalam kapasitasnya atau bobotnya, sehingga Misi RT-RW 09 Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong sebagai berikut:

Misi RW.09 Kalibaru
1.   Meningkatkan kualitas Pelayanan Publik yang Profesional dan Transparan.
2.   Mengembangkan Sumber Daya Manusia yang Religius, Kreatif dan Berdaya Saing.
3.   Mengembangkan Ekonomi yang Mandiri, Kokoh dan Berkeadilan berbasis Ekonomi Kreatif.
4.   Membangun Infrastruktur dan Ruang Publik yang Merata, Berwawasan Lingkungan dan Ramah Keluarga.
5.   Meningkatkan Kesadaran masyarakat dalam melaksanakan nilai-nilai Agama dan menjaga kerukunan antar umat beragama serta meningkatkan kesadaran hidup berbangsa dan bernegara.

Misi RW.09 tersebut benar adanya tinggal bagaimana kita menterjemahkannya dalam micro program/minor program nantinya. Seperti kita bahas sebelumnya bahwa Misi ini akan terwujud bilamana ada tindakan nyata atau sebuah proses dalam perwujudannya yaitu berupa program-program yang relevan dengan Misi tersebut.

Misalnya saja program unggulan Kota Depok yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2016-2021 ada 3 (Tiga). Ketiga program unggulan ini dapat dikatakan secara politik merupakan janji Walikota terpilih, Prof. Dr. KH. Mohammad Idris dan Pradi Supriatna, untuk merealisasikan Visi-Misi Kota Depok tersebut di atas.


Zero Waste City, Smart Healthy City, and  Family Resilience City

RPJMD merupakan dokumen perencanaan pembangunan daerah untuk jangka waktu 5 (Lima) tahun ke depan yang berisi penjabaran dari Visi-Misi dan program unggulan kepala daerah. Program unggulan tersebut adalah: Zero Waste City, Smart Healthy City, dan Family Resilience City. Sangat mudah untuk dibaca, dingat namun sangatlah rumit dalam melaksanakannya. Mengapa tidak semudah diucapkan ?. Karena harus melalui berbagai proses, mulai dari perencanaan Pembangunan Daerah, pembiayaan,  sosialisai, rintisan, uji kelayakan, pelaksanaan, pengawasan, pembinaan, sampai evaluasi program. 

Dalam pelaksanaan program Kota Depok Zero Waste City bukan berarti kota Depok sama sekali tidak ada sampah. Akan tetapi, dinilai melalui prosesnya, agar semua masyarakat di Kota Depok peduli dengan sampah. Serta semua warga bergerak mau membersihkan sampah di lingkungannya.

abah Opar: Zero Waste City


 
Program turunan dari Zero Waste City ini yaitu dengan pembangunan infrastruktur, melakukan edukasi melalui pendidikan agar lebih peduli dengan sampah sedini mungkin, membuat peraturan daerah tentang pengelolaan sampah, bahkan melakukan simposium, pelatihan, bimbingan dan penyuluhan ke tiap-tiap RT-RW tentang pengelolaan sampah.

Berdasarkan program unggulan pertama kota depok Zero Waste City tersebut akan berdampak secara langsung terhadap masyarakat di Kota Depok.  Kemudian minorprogram yang di emban oleh RT-RW.09 Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong Kota depok mau tidak mau harus mengikuti kebijakan dari Macro program/head program.

RW.09 Kalibaru
Program pertama RT-RW.09 Kalibaru, harus mengadopsi program Zero Waste City yakni dengan cara memilah sampah rumah tangga di wilayah RT-RW.09 Kalibaru antara sampah Organik, An-organik dan sampah Residu serta membentuk kelembagaan yang disebut dengan Bank Sampah RT-RW.09 Kalibaru. 

Teknik atau cara dalam pengelolaannya diatur sesuai dengan ketentuan dan untuk memperlancar micro-program/minor-program dibantu oleh pemerintah Kota Depok antara lain menyiapkan sarana, prasarana, mobilitas transportasinya sampai ke tempat pengolahan sampah misalnya sampah organic dibentuk system pengomposan berpungsi untuk nutrisi hara natural atau alami yang bermanfaat untuk tanaman di lingkungan setempat bahkan sebagai pupuk untuk pertanian dan sampah an-organic dibuat sebagai bahan baku handycraft atau bahan baku Industry lainnya kemudian sampah residu akan dibuang di TPA yang sudah disediakan pemerintah Kota Depok. 

Related Topics: Upaya Cinta Lingkungan Melalui Daur Ulang Sampah Dapat Menciptakan Gaya Hidup Baru Terhadap Pelestarian Alam

Sekarang kita akan membahas program unggulan Kota Depok yang ke-dua, semestinya program ini  diikuti pula oleh lembaga terkecil yang ada pada wilayah Kota Depok yaitu Kelurahan dan RT-RW se-Kota Depok. 

Program unggulan kedua, Smart Healthy City, dalam program unggulan ini Bappeda sudah menurunkan dalam beberapa program diantaranya penyusunan sistem kesehatan daerah, peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan tingkat pertama, penyelenggaraan database berbasis IT, penambahan mitra RS yang menerima BPJS, serta penambahan RS di wilayah timur.

Dalam perumusan pada level micro-program/minor-program yang sesuai dengan macro program yaitu Smart Healthy City ini sangatlah mudah yaitu intensifkan program POSYANDU, POSREMAJA, POSWINDU, Advokasi dan Perlindungan anak, bahkan sarana dan prasarana untuk kegiatan tersebut harus difasilitasi. 

Maka program unggulan RT-RW.09 yang kedua adalah membuat fasilitas POSYANDU, dengan cara apa? Caranya dengan membentuk kader handal, profesional dan proporsional yang sinergi dengan puskemas setempat dan membina kerjasama dengan pokja kelurahan dan pokja lainnya, kemudian program RT-RW yang sesuai dengan program unggulan Kota Depok Smart Healthy City yang kedua ini harus membangun gedung POSYANDU di tanah fasos/fasum yang sudah tersedia dengan menggunakan pembiayaan dari pemerintah sebagai stimulant dan bantuan swadaya masyarakat setempat sesuai kemampuannya namun harus dikerjakan dengan terencana, terprogram dan keberlanjuatan tentunya. 

Membangun fasilitas POSYANDU sangatlah mudah jikalau semua warga paham akan pentingnya kesehatan lingkungan, berapapun biaya yang harus dikeluarkan pastinya akan bahu-membahu, gotong-royong dalam menghimpun dana, kemudian yang harus diwaspadai adalah hilangkan ego sectoral, sikap jumawa merasa lebih tua, kaya, pejabat dan super Hero. Hal ini akan menghambat pelaksanan program-program dan sikap arogansi ini biasanya masih hidup subur di masyarakat yang heterogen atau majemuk dengan tingkat intelektual rendah.

Sedangkan program Kota Depok yang ke Tiga adalah Depok akan menjadi Kota Ketahanan Keluarga Family Resilience City. Dalam program unggulan ini, terkait dengan keberhasilan dalam pendidikan anak-anak yang berkualitas. Pembentukan dan pembinaan keluarga, peningkatan perlindungan sosial, dan kapasitas ekonomi keluarga, serta pembangunan Kota Layak Anak ialah program turunan yang dipersiapkan dalam rangka mewujudkan program unggulan Kota Depok yang ketiga. Program ini akan berhasil jika semua stakeholder turut serta dalam proses perwujudannya. 

Pada tingkat kelurahan bentuklah kelurahan layak anak sehingga dalam kebijakan pembangunan yang dirumuskan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (MUSRENBANG)  tingkat kelurahan harus mengacu pada kebutuhan Kelurahan Ramah Anak sebagai tindak-lanjut nyata dari program Family Resilience City Kota Depok.

Abah Opar. Visi, Misi & Program RT-RW



Tindakan yang baik semestinya buatlah taman bermain, sarana olah raga terpadu, gedung kepemudaan yang dilengkapi dengan berbagai aspek yang mampu mengembangkan keterampilan, pengetahuan ajang bakat, inovasi teknologi terapan, sanggar seni dan program-program kegiatan lainnya yang mendukung terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak secara terpadu.

Untuk RT-RW.09 Kalibaru relevansi micro-program/minor-program yang sesuai dengan program unggulan ke Tiga Kota Depok yaitu Family Resilience City adalah RW.09 Kalibaru menjadi RW ramah anak. Program turunannya yang paling mendasar dari RW ramah anak salah satunya adalah keamanan lingkungan dimana tempat anak kita bermain. Mengapa keamanan lingkungan lebih diprioritaskan? 

Abah Opar : Ajang Kreativitas Lounching RW. Ramah Anak


Secara akal sehat ketika kita sibuk beraktivitas di luar semua panca indra kita tidak mampu mengawasi keamanan putra-putri kita meskipun kita pasang CCTV disetiap sudut rumah kita. Ketika ada kejadian yang berbahaya siapa yang akan membantu menolong anak kita. Ketika ada penyusup ke wilayah pemukiman kita dan menyebarkan narkotika atau sejenisnya lantas siapa yang mengawasinya. Ketika putra-putri kita keluar masuk komplek siapa yang mengawasi, dan membantu mengatur laulintas kendaraan? 


Hal kecil berdampak fatal. Jika kita termasuk orang mampu mungkin akan membayar security untuk menjaga rumah dan keluarga. 

Berdasarkan ilustrasi tersebut berarti program RT-RW 09 Kalibaru, mau tidak mau harus siap untuk gotong-royong membiayai security yang ideal 

contohnya
Jika jumlah personil security ideal ada 6 (Enam) orang dengan gaji sederhana setiap orang minimal RP.2,5 juta berarti kebutuhan untuk penggajian security saja sudah membutuhkan RP.15 Jt dibagi jumlah KK yang aktif iuran sebagai berikut:


Data Pelaporan KK Rt 01 Rt 02 Rt 03 Rt 04 Rt 05 Rt 06 Jumlah 1KK X RP. 28.000,-/bln Keterangan
Januari 2017 42 KK 46 KK 29 KK 40 KK 32 KK 27 KK 216 KK 6.048.000 Jumlah KK yang membayar iuran Update RT
Desember 2017 42 KK 52 KK 39 KK 55 KK 45 KK 29 KK 262 KK 7.504.000 Jumlah KK yang mengikuti Pemilihan Ketua RW Update DPT
Selisih 0 KK 6 KK 10 KK 15 KK 13 KK 2 KK 46 KK 1.456.000 Jumlah KK yang tidak mampu membayar iuran
Persentase Iuran KK di setiap RT 100% 88,5% 74,4% 72,7% 71,1% 93,1% 82,4% Persentase kepedulian masyarakat di setiap RT terhadap iuran rutin untuk pembiayaan program lingkungan


Kett: KK = Kepala Keluarga
          RT = Rukun Tetangga
          RW = Rukun Warga

Berdasarkan data pada tabel tersebut berarti ada 46 KK atau 17,6 % dari jumlah KK tidak membayar iuran wajib dengan berbagai alasan, kemudian besaran pendapatan uang KAS hanya mampu untuk menggaji 2 (Dua)orang security selanjutnya kita bisa  menghitung sendiri berapa besaran iuran setiap KK untuk urun-rembuk agar dapat menggaji security yang ideal.

Rasional pemikiran kita mestinya masih ada kebutuhan lain kemudian estimasikan saja tambahannya maka kita akan terhenyak/miris betapa minimnya kiprah kita terhadap kebutuhan program lingkungan. 

Kalau kita perbandingkan saja dengan uang jajan anak kita dalam satu bulan tidak ada apa-apanya, padahal manfa'atnya jauh dari hanya sekedar jajan bukan? 

Sampai kapan kita alfa, atau menunggu kerugian yang nyata menimpa terlebih dahulu, baru kita sadar? 


Apakah anda sangat keberatan dengan menggaji sebesar itu dan ditambah dengan kebutuhan pembiayaan program lainnya?

Jawabannya sangat sederhana carikan petugas yang mau dibayar murah atau anda-lah menjadi pengganti security tersebut untuk semua warga dan lingkungan dimana anda tinggal. 


Simpulannya jika iuran warga ada kenaikan sesuai dengan kebutuhan program dan dinilai wajar tentunya kita harus rela bin ikhlas dan mendukungnya, jangan sampai menolak apalagi memprovokasi orang yang sudah mendukungnya untuk tidak setuju. 

Bangkitlah saudaraku, mari kita bantu saudara kita yang sedang meluangkan waktunya untuk mewujudkan program lingkungan kita yang Unggul, Nyaman dan Religius itu.


Jikalau masalah pribadi yang kebetulan sa’at itu kita dalam pailit/miskin itu urusan kita sendiri namun ada solusinya dengan cara buatlah surat keterangan tidak mampu dari RT, RW, Kelurahan hingga mendapat kartu identitas miskin dari pemerintah setempat, sehingga anda akan menjadi tanggungan negara dan dibantu sesuai program pemerintah yang dijamin oleh UUD 45.

RW 09 Kalibaru


Selanjutnya program RT-RW 09 Kalibaru yang relevan dengan program Family Resilience City  adalah membentuk pokja RW ramah anak lengkap dengan program Tupoksinya, optimalkan kegiatan Karang Taruna, laksanakan program RW Ramah Anak mulai dari setiap Keluarga Ramah Anak, dan masih banyak lagi program-program RW Ramah Anak, yang terpenting maukah kita memulainya dari yang termudah dan sekarang juga, jangan sampai kita hanya berkata muluk-muluk tetapi ketika diberikan tanggung jawab kemudian malah kita menghindar tanpa rasa malu, 1001 (seribu satu) alasan dibuat sebagai legalisasi untuk tidak berkiprah di masyarakat dan jikalau mindset  berpikir kita antara untung dan rugi untuk terlibat dalam  kemasyarakatan, "ya kita jangan tinggal dan berinteraksi dengan kehidupan bermasyarakat, arah hasil menyendiri di rumah Real Estate atau Villa yang terpencil saja sudah beres". 

Semua program unggulan akan sukses bilamana setiap diantara kita rela sebagai bagian dari proses, mau berkontribusi penuh semangat dan tanggung jawab. Sebaliknya jikalau kita hanya memandang sebelah mata, atau sekedar penonton bahkan hanya menjadi komentator ulung  lantas siapa yang akan kita andalkan untuk kesuksesan dari program unggulan ini, padahal uluran tangan kita sangat dinantikannya. Jikalau kita hanya pandai menunjuk orang lain untuk bekerja sosial kemudian setelah Ia bekerja lantas dihujat dan di bulying habis-habisan karena hasil dari kinerjanya tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, pertanyaannya sederhana:


Dosa besar apa yang sudah diperbuat oleh seseorang yang rela bekerja sosial tanpa pamrih itu hingga sampai dibulying, dicaci dan dimaki serta di fitnah oleh kita?


Lantas, Siapa Kita? Apa yang sudah kita lakukan? Kapan? Mana Buktinya? Terus ... .
Seberapa besar jasa kita terhadap lingkungan, hingga kita memiliki kuasa atau hak veto untuk membunuh karakter orang tersebut?

Saudaraku sadarkah kita, bahwa seseorang yang sudi untuk mengurusi lingkungan itu sama kedudukannya terhadap hak dan kewajiban bermasyarakat dengan kita, ia memiliki keluarga, memiliki pekerjaan dan kesibukan untuk mencari nafkah bagi keluarga, ia juga membayar iuran rutin, pajak PBB, punya NPWP aktif dengan membayar dan melaporkan pajak PPh-nya jika kita lihat e-filink mungkin lebih besaran dia dari pada kita dalam berkontribusi kepada negara dan lingkungan atau bisa jadi, justru kita termasuk pengemplang pajak sehingga laporan pajak melalui e-filing saja tidak pernah.


Baca juga : Pemahaman & Partisipasi Masyarakat Terhadap Undang-Undang Perpajakan Kendaraan


Jika kita memiliki sedikit luang waktu untuk introspeksi atau muhasabah maka mulai sa'at ini ulurkanlah tangan kita, sambutlah ia dalam suka penuh keikhlasan, silaturrahimlah atas dasar persaudaraan bukan hanya sekedar kepentingan...!

Artikel untuk di sikapi:  Introspeksi (Muhasabah) 
Abah Opar : Visi, Misi & Program RT-RW

Berikut ini contoh korelasi mindset dengan kebiasan seseorang.

Jika anda melihat si pulan mebeli arang di warung dekat rumah anda kemudian anda berkata "Si Pulan pasti akan menanam tanaman pada pot di pekarangan rumahnya."  Itu pendapat anda yang memiliki kebiasaan menanam tanaman menggunakan media arang pada pot tanaman.

Tetangga sebelah rumah anda justru berpikir jauh berbeda dengan anda tentang orang yang membeli arang dekat rumah anda, tetangga anda bergumam, " Si Pulan pasti akan membakar sate, ikan atau bikin jagung bakar deh." Itu pendapat tetangga anda karena kebiasaannya jika ia membeli arang untuk media bara pembakar sate, ikan dan jagung.


Semuanya salah berpendapat mengapa karena korelasi mindset dengan kebiasan seseorang belum tentu kebenarannya yang benar adalah tanyakan langsung pada sumbernya.


Ketika ditanyakan kepada Si Pulan ternyata arang yang ia beli digunakan membuat bara untuk setrikaan.


Korelasi mindset dengan kebiasan seseorang ini banyak terjadi dalam sistem pengelolaan keuangan se-transparan apapun karena ada kebiasaan "praduga bersalah" ujung-ujungnya fitnah.





Sampai disini dulu pembahasan artikel tentang Visi, Misi, dan Program RT-RW kali ini dan semoga bermanfa'at. Salam persahabatan dari Abah Opar dan terima kasih sudah mampir di Website kami.

Artikel yang sama: Pengaruh Motivasi Kata-kata BijakTehadap Mindset Positif 

Pageviews Artcle

Rekomendasi Unuk Anda Baca

9 Prinsip Aqidah Ahlus Sunnah Wal-Jama'ah

Education and Knowledge Update   Apa Saja Yang Termasuk 9 Prinsip Aqidah Ahlus Sunnah Wal-Jama'ah itu ? Sahabatku beriku...

Comments
Comments